Bungo, sibarnasnews.com — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0416/Bungo Tebo Tahun Anggaran 2026 yang dipusatkan di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, Jambi, memasuki penghujung pelaksanaan.
Hampir seluruh sasaran yang dikerjakan dalam program terpadu TNI tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Bukan sekadar pembangunan fisik, TMMD ke-129 juga menjadi momentum memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
Hingga Selasa (11/8/2026), sejumlah sasaran fisik yang menjadi bagian dari TMMD terus dikebut penyelesaiannya. Di antaranya rehabilitasi langgar, renovasi fasilitas MCK, pembukaan badan jalan sepanjang kurang lebih 2.000 meter, pembangunan sumur bor untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, serta pembangunan Tugu TMMD.
Berbagai fasilitas tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat Desa Tanjung Agung.
Camat Muko-Muko Bathin VII, Septian Arifin, S.STP., M.Tr.IP, menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0416/Bungo Tebo, atas pelaksanaan TMMD di wilayahnya.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Muko-Muko Bathin VII dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada TNI, khususnya Kodim 0416/Bungo Tebo, yang telah melaksanakan program TMMD di Desa Tanjung Agung,” ujar Septian.
Menurutnya, kehadiran TMMD membawa manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Pembangunan yang dilakukan tidak hanya memperbaiki sarana dan prasarana desa, tetapi juga membuka akses yang selama ini menjadi kebutuhan warga.
“Program ini sangat membantu masyarakat. Apa yang dibangun melalui TMMD benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung, terutama pembangunan jalan, fasilitas ibadah, MCK dan sumur bor sebagai sumber air bersih,” katanya.
Septian menilai keterlibatan TNI dalam pembangunan desa menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat terwujudnya pembangunan yang menyentuh kepentingan masyarakat.
“Ini merupakan bentuk nyata sinergi dan gotong royong. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan adanya TNI dan masyarakat yang bersama-sama bergotong royong, pekerjaan yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat diwujudkan lebih cepat,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak berhenti pada tahap menerima hasil pembangunan. Seluruh fasilitas yang telah dibangun melalui TMMD harus dijaga, dirawat dan dimanfaatkan secara optimal.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat seluruh hasil pembangunan ini. Jangan sampai setelah TMMD selesai, fasilitas yang sudah dibangun justru tidak dipelihara. Kalau dirawat bersama, manfaatnya tentu akan bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tegas Septian.
Lebih jauh, ia berharap semangat kebersamaan yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD dapat terus dipertahankan meskipun program secara resmi telah berakhir.
Pasalnya, menurut Septian, salah satu kekuatan utama TMMD bukan hanya terletak pada pembangunan infrastruktur, melainkan pada tumbuhnya semangat gotong royong dan kebersamaan antara prajurit TNI dengan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana semangat gotong royong dan kebersamaan yang sudah terbangun selama TMMD ini tetap berlanjut. Masyarakat harus terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh unsur yang ada demi kemajuan desa,” tambahnya.
Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur
Pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0416/Bungo Tebo di Desa Tanjung Agung menjadi gambaran nyata bagaimana kehadiran TNI di tengah masyarakat mampu menjadi penggerak pembangunan di wilayah pedesaan.
Pembukaan jalan sepanjang sekitar dua kilometer, misalnya, diharapkan dapat memberikan kemudahan mobilitas masyarakat serta membuka akses yang lebih baik bagi aktivitas warga. Sementara pembangunan sumur bor diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Begitu pula rehabilitasi langgar dan renovasi MCK yang secara langsung menyentuh kebutuhan sosial dan fasilitas dasar masyarakat.
Di sisi lain, pembangunan Tugu TMMD menjadi penanda sekaligus pengingat bahwa pernah ada proses kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun Desa Tanjung Agung.
TMMD dengan demikian tidak hanya meninggalkan bangunan fisik, tetapi juga meninggalkan semangat persatuan, gotong royong dan kemanunggalan TNI bersama rakyat.
Bagi masyarakat Desa Tanjung Agung, berakhirnya TMMD bukan berarti berakhir pula semangat pembangunan. Justru hasil yang telah diwujudkan menjadi tanggung jawab bersama untuk dipelihara dan dikembangkan.
Sinergi TNI, pemerintah daerah dan masyarakat yang terbangun selama pelaksanaan TMMD diharapkan menjadi modal sosial untuk melanjutkan pembangunan desa secara berkelanjutan.
Dengan demikian, TMMD ke-129 Kodim 0416/Bungo Tebo tidak sekadar menjadi program pembangunan yang hadir dalam waktu singkat, tetapi meninggalkan jejak manfaat yang diharapkan terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Kemanunggalan TNI dan rakyat pun kembali dibuktikan bukan hanya melalui slogan, melainkan melalui kerja nyata, gotong royong dan pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. (hen)
TMMD ke-129 Kodim 0416/Bungo Tebo Tinggalkan Warisan Pembangunan, Camat Muko-Muko Bathin VII Apresiasi Sinergi TNI dan Rakyat












